Langsung ke konten utama

Postingan

Akhlak Bermedia Sosial: Etika Muslim di Ruang Digital

Ditulis oleh : Rifda Luthfiyyah Arganada (Alumni Ponpes Abu Hurairah Mataram) Di era modern saat ini, kita sudah tak asing lagi dengan istilah "media sosial". Media sosial sendiri merupakan wadah dan sarana bagi masyarakat modern untuk berkreasi,berekspresi,sampai berinteraksi dengan sesama. Bisa dibilang, kehidupan modern ini tak bisa terpisah dari pengaruh media sosial. Bahkan media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan besar di masyarakat. Dengan lahirnya media sosial, masyarakat dapat merasakan dampaknya secara langsung. Aksesibilitas yang lebih luas dalam komunikasi jarak jauh, penguatan jaringan komunikasi, hingga efisiensi dalam menghasilkan cuan merupakan sejumlah implikasi positif yang dapat dirasakan. Namun disisi lain, konsekuensi negatifnya tetap menjadi sesuatu yang sulit dihindarkan. Kurangnya produktivitas,timbulnya ketergantungan, hingga maraknya cyberbullying menjadi tantangan utama bag...
Postingan terbaru

Arti Hijrah yang Sebenarnya: Lebih dari Sekadar Gaya dan Sapaan

Ilustrasi foto : Grok AI Arti Hijrah yang Sebenarnya: Lebih dari Sekadar Gaya dan Sapaan Ditulis oleh : Dimas Fajri Adha, SE. (Alumni PKU MUI IV - Kota Bekasi) 🕌 Pendahuluan Kata "hijrah" kini begitu populer. Banyak yang mengaitkannya dengan perubahan penampilan: mulai memakai gamis, berniqab, memelihara jenggot, meninggalkan isbal, atau saling memanggil "ana–antum". Semua itu tentu baik — tanda ada semangat menuju ketaatan. Namun, hijrah tidak boleh berhenti pada kulit luar. Hijrah yang sejati bukan sekadar ganti fashion dan komunitas, melainkan perubahan arah hati dan kesadaran diri — dari ingin dilihat manusia, menjadi ingin diridhai Allah. 👕 Hijrah dan Fashion: Antara Simbol dan Substansi Fenomena hijrah hari ini sering dimulai dari gaya hidup Islami. Tapi jangan sampai hijrah menjadi tren yang kehilangan ruh. Hijrah sejati menuntun pada tawadhu', bukan kesombongan; pada kasih sayang, bukan penghakiman. > قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ ﷺ: إِنَّ اللّٰهَ لَا يَنْظ...

Perang Uhud : Bukan Uang yang menyatukan Kita

Hikmah dari Perang Uhud dan Godaan Ghanimah Dalam sejarah Islam, Perang Uhud menjadi salah satu peristiwa paling sarat hikmah. Kekalahan kaum Muslimin bukan karena lemahnya strategi atau kurangnya pasukan, melainkan karena tergelincirnya sebagian sahabat dalam ujian hati: cinta dunia dan tergoda oleh harta rampasan (ghanimah) . Awal Kemenangan yang Berubah Menjadi Kekalahan Ketika perang dimulai, kaum Muslimin sempat memukul mundur pasukan Quraisy. Panji mereka hampir jatuh, dan tanda-tanda kemenangan mulai tampak. Rasulullah ﷺ menempatkan 50 pasukan pemanah di bukit (Jabal Rumaah) di bawah komando Abdullah bin Jubair dengan pesan yang sangat tegas: "Jangan sekali-kali kalian meninggalkan tempat kalian, sekalipun kalian melihat kami menang atau kalah, sampai aku mengutus seseorang kepada kalian." — (HR. al-Bukhari, no. 4043; Muslim, no. 1818) Namun ketika pasukan Quraisy mulai mundur dan meninggalkan harta di medan perang, sebagian pemanah tergoda untuk turu...